Buku 001 (Seri I Jilid 1)

15 Juli 2010

Sekali-sekali terdengar petir bersambung di udara. Baca entri selengkapnya »


Buku 002 (Seri I Jilid 2)

15 Juli 2010

Tetapi Agung Sedayu tetap membisu. Baca entri selengkapnya »


Buku 003 (Seri I Jilid 3)

15 Juli 2010

“Nah, katakan, siapa engkau?” ulang Widura. Baca entri selengkapnya »


Buku 004 (Seri I Jilid 4)

15 Juli 2010

Apalagi apabila mereka berhadapan. Baca entri selengkapnya »


Buku 005 (Seri I Jilid 5)

15 Juli 2010

Kembali terdengar tepuk tangan yang gemuruh. Baca entri selengkapnya »


Buku 006 (Seri I Jilid 6)

15 Juli 2010

Untara dan Agung Sedayu kemudian tidak membuang-buang waktu lagi. Baca entri selengkapnya »


Buku 007 (Seri I Jilid 7)

15 Juli 2010

Ketegangan menjadi semakin memuncak karenanya. Baca entri selengkapnya »


Buku 008 (Seri I Jilid 8)

15 Juli 2010

“Jangan panggil dengan sebutan yang terlalu jauh. Baca entri selengkapnya »


Buku 009 (Seri I Jilid 9)

15 Juli 2010

Sampai digubug Alap-alap Jalatunda Tohpati berhenti. Baca entri selengkapnya »


Buku 010 (Seri I Jilid 10)

15 Juli 2010

Tetapi dengan berita itu, maka Sangkal Putung harus lebih berhati-hati lagi. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.