Buku 061 (Seri I Jilid 61)

15 Juli 2010

Sambil menyeringai Kiai Telapak Jalak memutar rantainya seperti baling-baling. Baca entri selengkapnya »


Buku 062 (Seri I Jilid 62)

15 Juli 2010

“Jangan terlampau memanjakan perasaanmu. Baca entri selengkapnya »


Buku 063 (Seri I Jilid 63)

15 Juli 2010

Masih tidak ada jawaban.
Baca entri selengkapnya »


Buku 064 (Seri I Jilid 64)

15 Juli 2010

“Bebahu Kademangan Semangkak agaknya telah mengalami kesulitan mengendalikan anak-anak mudanya. Baca entri selengkapnya »


Buku 065 (Seri I Jilid 65)

15 Juli 2010

Kedua anak-anak muda itu sama sekali tidak menyahut. Baca entri selengkapnya »


Buku 066 (Seri I Jilid 66)

15 Juli 2010

Kedua murid Kiai Gringsing itu mengangguk-angguk. Baca entri selengkapnya »


Buku 067 (Seri I Jilid 67)

15 Juli 2010

Ki Ranadana seakan-akan tersadar dari mimpi buruknya. Baca entri selengkapnya »


Buku 068 (Seri I Jilid 68)

15 Juli 2010

Kiai Gringsing termangu-mangu sejenak. Baca entri selengkapnya »


Buku 069 (Seri I Jilid 69)

15 Juli 2010

“Aku kira, jika ada prajurit-prajurit peronda sampai ke daerah ini, Baca entri selengkapnya »


Buku 070 (Seri I Jilid 70)

15 Juli 2010

Pandan Wangi menarik nafas dalam-dalam. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.