Buku 221 (Seri III Jilid 21)

15 Juli 2010

“Raden.“ Glagah Putih masih berusaha untuk mempersilahkan Raden Rangga untuk berbaring, Baca entri selengkapnya »


Buku 222 (Seri III Jilid 22)

15 Juli 2010

Untuk beberapa lama mereka telah menunggu sambil berbicara tentang banyak hal. Baca entri selengkapnya »


Buku 223 (Seri III Jilid 23)

15 Juli 2010

Demikianlah, maka serangan yang satu telah disusul dengan serangan berikutnya. Baca entri selengkapnya »


Buku 224 (Seri III Jilid 24)

15 Juli 2010

“Aku ingin melihat kebenaran kata-katamu itu,“ berkata Kiai Sasak kemudian.
Baca entri selengkapnya »


Buku 225 (Seri III Jilid 25)

15 Juli 2010

“Ampun, Panembahan.“ jawab Agung Sedayu, Baca entri selengkapnya »


Buku 226 (Seri III Jilid 26)

15 Juli 2010

Untuk mengurangi gangguan yang mungkin datang, Baca entri selengkapnya »


Buku 227 (Seri III Jilid 27)

15 Juli 2010

“Aku peringatkan agar kau tidak berbuat kasar. Baca entri selengkapnya »


Buku 228 (Seri III Jilid 28)

15 Juli 2010

Glagah Putih termangu-mangu sejenak. Baca entri selengkapnya »


Buku 229 (Seri III Jilid 29)

15 Juli 2010

Glagah Putih mengangguk-angguk. Baca entri selengkapnya »


Buku 230 (Seri III Jilid 30)

15 Juli 2010

Sementara itu, orang-orang yang memasuki padepokan itu Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.