Buku 241 (Seri III Jilid 41)

15 Juli 2010

“Para petugas di dalam istana.“ jawab prajurit itu.
Baca entri selengkapnya »


Buku 242 (Seri III Jilid 42)

15 Juli 2010

“Kami memang orang-orang Mangir. Baca entri selengkapnya »


Buku 243 (Seri III Jilid 43)

15 Juli 2010

“Silahkan “ berkata Prastawa. Baca entri selengkapnya »


Buku 244 (Seri III Jilid 44)

15 Juli 2010

“Anak iblis.“ geram Putut Kaskaya yang juga terhitung masih muda. Baca entri selengkapnya »


Buku 245 (Seri III Jilid 45)

15 Juli 2010

Sesaat Wreksa Gora masih berusaha untuk berdiri tegak. Baca entri selengkapnya »


Buku 246 (Seri III Jilid 46)

15 Juli 2010

Para pengawal itupun telah melakukan pesan Sekar Mirah dengan sebaik-baiknya, Baca entri selengkapnya »


Buku 247 (Seri III Jilid 47)

15 Juli 2010

Dalam pada itu, Kiai Gringsing justru teringat kepada Pandan Wangi Baca entri selengkapnya »


Buku 248 (Seri III Jilid 48)

15 Juli 2010

Kedatangan mereka di padepokan kecil itu telah disambut dengan gembira Baca entri selengkapnya »


Buku 249 (Seri III Jilid 49)

15 Juli 2010

Agaknya Kiai Gringsing dapat membaca gejolak perasaan Agung Sedayu itu. Baca entri selengkapnya »


Buku 250 (Seri III Jilid 50)

15 Juli 2010

“Jika kalian menolak, maka Panembahan Senapati tentu akan marah sekali. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.