Buku 301 (Seri IV Jilid 1)

15 Juli 2010

Glagah Putih tertawa pendek. Baca entri selengkapnya »


Buku 302 (Seri IV Jilid 2)

15 Juli 2010

Kawan-kawannya termangu-mangu sejenak. Baca entri selengkapnya »


Buku 303 (Seri IV Jilid 3)

15 Juli 2010

Ketika malam turun menyelimuti padukuhan-padukuhan Baca entri selengkapnya »


Buku 304 (Seri IV Jilid 4)

15 Juli 2010

“Dengan demikian, apakah Ki Resa benar-benar melakukan samadi dalam rangka menemukan peti itu?” bertanya Ki Jayaraga. Baca entri selengkapnya »


Buku 305 (Seri IV Jilid 5)

15 Juli 2010

Tetapi sebelum Agung Sedayu sempat menyerang, Baca entri selengkapnya »


Buku 306 (Seri IV Jilid 6)

15 Juli 2010

Namun Agung Sedayu itu terkejut ketika Panembahan Senapati itu berkata, “Tetapi perjalanan ini mendekatkan kita kepada batas akhir dari segala-galanya.”
Baca entri selengkapnya »


Buku 307 (Seri IV Jilid 7)

15 Juli 2010

Orang-orang yang menyerang padepokan itu mulai merasa tertekan. Baca entri selengkapnya »


Buku 308 (Seri IV Jilid 8)

15 Juli 2010

Sekar Mirah tidak segera menjawab. Baca entri selengkapnya »


Buku 309 (Seri IV Jilid 9)

15 Juli 2010

Sementara itu Sekar Mirah pun berkata, “Rara. Bukankah bukan kita, dan bukan pula Nyi Dwani yang menentukan, kapan aku akan terbujur diam tanpa menyapamu lagi kita harus menjadi gelisah?”
Baca entri selengkapnya »


Buku 310 (Seri IV Jilid 10)

15 Juli 2010

Namun Sukra itu pun kemudian bangkit sambil berkata, “Aku berharap bahwa pada suatu saat aku dapat berbuat sesuatu.”
Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.