Category Archives: Seri IV

Buku 301 (Seri IV Jilid 1)

Glagah Putih tertawa pendek.

Baca lebih lanjut

Buku 302 (Seri IV Jilid 2)

Kawan-kawannya termangu-mangu sejenak.

Baca lebih lanjut

Buku 303 (Seri IV Jilid 3)

Ketika malam turun menyelimuti padukuhan-padukuhan

Baca lebih lanjut

Buku 304 (Seri IV Jilid 4)

“Dengan demikian, apakah Ki Resa benar-benar melakukan samadi dalam rangka menemukan peti itu?” bertanya Ki Jayaraga.

Baca lebih lanjut

Buku 305 (Seri IV Jilid 5)

Tetapi sebelum Agung Sedayu sempat menyerang,

Baca lebih lanjut

Buku 306 (Seri IV Jilid 6)

Namun Agung Sedayu itu terkejut ketika Panembahan Senapati itu berkata, “Tetapi perjalanan ini mendekatkan kita kepada batas akhir dari segala-galanya.”

Baca lebih lanjut

Buku 307 (Seri IV Jilid 7)

Orang-orang yang menyerang padepokan itu mulai merasa tertekan.

Baca lebih lanjut

Buku 308 (Seri IV Jilid 8)

Sekar Mirah tidak segera menjawab.

Baca lebih lanjut

Buku 309 (Seri IV Jilid 9)

Sementara itu Sekar Mirah pun berkata, “Rara. Bukankah bukan kita, dan bukan pula Nyi Dwani yang menentukan, kapan aku akan terbujur diam tanpa menyapamu lagi kita harus menjadi gelisah?”

Baca lebih lanjut

Buku 310 (Seri IV Jilid 10)

Namun Sukra itu pun kemudian bangkit sambil berkata, “Aku berharap bahwa pada suatu saat aku dapat berbuat sesuatu.”

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 88 pengikut lainnya