Category Archives: Buku 331 – 340

Buku 331 (Seri IV Jilid 31)

Sedikit wayah sepi bocah,

Baca lebih lanjut

Buku 332 (Seri IV Jilid 32)

Namun ketika Ki Ambara bertekad untuk segera

Baca lebih lanjut

Buku 333 (Seri IV Jilid 33)

Glagah Putih diantar oleh Ki Patih Mandaraka dan Agung Sedayu

Baca lebih lanjut

Buku 334 (Seri IV Jilid 34)

Dengan nada rendah Glagah Putihpun berkata

Baca lebih lanjut

Buku 335 (Seri IV Jilid 35)

Rumah itu memang bukan rumah yang besar.

Baca lebih lanjut

Buku 336 (Seri IV Jilid 36)

– Kita telah kehilangan –

Baca lebih lanjut

Buku 337 (Seri IV Jilid 37)

– Ya. Sumunar akan datang kemari untuk membunuhku.

Baca lebih lanjut

Buku 338 (Seri IV Jilid 38)

Pemilik sawah itupun termangu-mangu.

Baca lebih lanjut

Buku 339 (Seri IV Jilid 39)

Ki Wurcitra termangu-mangu sejenak.

Baca lebih lanjut

Buku 340 (Seri IV Jilid 40)

Padmini dan Baruni bergeser mengambil jarak.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya