Tag Archives: Ajar Tal Pitu

Buku 142 (Seri II Jilid 42)

  Untara memang tidak berprasangka buruk kepada pihak manapun juga, karena kepergiannya itu adalah persoalan hubungan yang terlalu pribadi. Meskipun demikian, ia sudah membawa tiga orang pengawal terpilih yang akan dapat membantunya menyelesaikan persoalan yang mungkin timbul di perjalanan, di samping Ki Widura dan Kiai Gringsing. “Sebuah iring-iringan yang kuat,” berkata seseorang yang mendapat laporan …

Baca lebih lanjut

Buku 143 (Seri II Jilid 43)

  Namun dalam pada itu, datang saatnya Agung Sedayu mempergunakan kesempatan. Selagi lawannya yang merasa bahwa anak muda itu tidak akan mampu mendekatinya, tiba-tiba saja Agung Sedayu telah menyerangnya dengan cambuknya yang menggelepar dengan dahsyatnya. Sambil meloncat mendekat, Agung Sedayu menghentakkan cambuknya mendatar menyerang lambung. Lawannya terkejut. Namun ia masih sempat meloncat surut. Ia menganggap …

Baca lebih lanjut

Buku 144 (Seri II Jilid 44)

Kiai Gringsing dengan tergesa-gesa mendekatinya. Dengan nada berat ia bertanya, “Bagaimana, Agung Sedayu?” Agung Sedayu menarik nafas dalam-dalam. Ia mengangkat tangannya dan kemudian menggeliat. Sementara Ki Waskitapun mendekatinya pula. “Ujung cambuk Guru di saat terakhir terasa menggoyahkan pertahanan ilmuku. Jika Guru mengulanginya, aku kira aku akan merasakannya, meskipun tidak terlalu tajam,” jawab Agung Sedayu. Kiai …

Baca lebih lanjut

Buku 146 (Seri II Jilid 46)

  Dalam pada itu, Agung Sedayu pun menyadari kebenaran pendapat Ki Waskita. Memang lebih baik baginya untuk membawa cambuknya, karena tanpa cambuk, ia akan dapat menjadi justru lebih berbahaya. Dalam pada itu, orang yang bernama Sura Bureng itu benar-benar telah mulai. Dengan langkah pendek ia maju. Tangannya terjulur ke depan, meskipun ia belum benar-benar mulai …

Baca lebih lanjut

Buku 147 (Seri II Jilid 47)

  “Dengan sekali ayun, ia dapat membuat dua tiga orang pingsan. Padahal, orang itu seolah-olah tidak berbuat apa-apa sama sekali. Bagaimana kira-kira akibat yang dapat timbul jika ia benar-benar mengayunkan tangan atau kakinya untuk menyerang,” berkata salah seorang dari kedua anak muda itu. Agung Sedayu mengangguk-angguk. Tetapi katanya kemudian, “Kita serahkan segalanya kepada Yang Maha …

Baca lebih lanjut

Buku 148 (Seri II Jilid 48)

  Dalam pada itu, kedua ujud Ajar Tal Pitu yang melihat Agung Sedayu terjatuh dan bersandar pada batang randu alas itupun telah mempergunakan saat itu sebaik-baiknya. Mereka telah menyerang Agung Sedayu tanpa perlawanan. Mereka menikam, menggores dan bahkan membakar tubuh Agung Sedayu dengan api yang tersembur dari ujung trisula mereka. Saat itulah yang ditunggu oleh …

Baca lebih lanjut