Tag Archives: Ki Tanu Metir

Buku 001 (Seri I Jilid 1)

    BAGIAN I MASA-MASA MUDA   Sekali-sekali terdengar petir bersambung di udara. Setiap kali suaranya menggelegar memenuhi lereng Gunung Merapi. Hujan di luar seakan-akan tercurah dari langit. Agung Sedayu masih duduk menggigil di atas amben bambu. Wajahnya menjadi kian pucat. Udara sangat dingin dan suasana sangat mencemaskan. “Aku akan berangkat,” tiba-tiba terdengar suara kakaknya, …

Baca lebih lanjut

Buku 007 (Seri I Jilid 7)

    Ketegangan menjadi semakin memuncak karenanya. Masing-masing agaknya mempunyai perhitungan sendiri-sendiri. Sidantipun kemudian sudah bergerak diikuti oleh beberapa orang yang kebingungan, siap memasuki padesan di hadapannya. Tetapi terdengar Citra Gati berteriak, “Jangan berbuat hal-hal yang dapat membahayakan diri kita sendiri, dalam usaha yang sia-sia. Kalau kita pasti Untara ada di depan kita, maka biarlah …

Baca lebih lanjut

Buku 008 (Seri I Jilid 8)

    “Jangan panggil dengan sebutan yang terlalu jauh. Panggillah dengan sebutan yang lebih dekat. Kakang. Juga kepada Untara lebih baik kau memanggilnya demikian” potong Widura. “Ya” sahut Agung Sedayu. “Aku lebih senang.” “Baiklah” sahut Swandaru. “Marilah, minumlah.” Widura dan Agung Sedayupun minum pula air jahe yang hangat. Dengan demikian maka keringat mereka semakin banyak …

Baca lebih lanjut