Tag Archives: Mbah Kanthil

Buku 159 (Seri II Jilid 59)

  “Apa katanya ketika senapati itu menemuimu?” bertanya seorang kawannya. “Ia hanya mengatakan agar kami mengikutinya. Ia ingin menunjukkan satu bukti tentang kemampuan para pelatih di dalam lingkungan pasukan khusus ini,” jawab anak muda itu. “Tetapi sebenarnya kami sudah menjadi curiga,” berkata anak muda yang lain, “apalagi ketika kami melihat sikapnya. Sekali-sekali ia menyebut nama …

Baca lebih lanjut

Buku 160 (Seri II Jilid 60)

  “Kakang,” berkata Sekar Mirah kemudian, “aku mohon maaf, bahwa mungkin yang akan aku katakan kurang kau sepakati. Tetapi aku ingin kau mengetahui perasaanku. Dengan demikian, maka kita akan dapat saling mengerti dasar pikiran kita masing-masing, jika kita kemudian melihat sikap dan langkah-langkah yang barangkali tidak pernah kita lakukan sebelumnya.” Agung Sedayu mengangguk-angguk. Tetapi ia pun …

Baca lebih lanjut

Buku 161 (Seri II Jilid 61)

  “Diri kami benar-benar sudah menjadi kosong Ngger. Aku tidak dapat melepaskan ilmu Tunda Bantala tanpa melepaskan dasar ilmuku sebelumnya. Karena itu, maka semua ilmuku telah terlepas seluruhnya. Akik itupun telah kembali kepada ujudnya.” Hampir saja Agung Sedayu bertanya, apakah ujud akik itu. Tetapi untunglah ia masih dapat menahan diri, sehingga ia tidak langsung menunjukkan …

Baca lebih lanjut