Category Archives: Buku 321 – 330

Buku 321 (Seri IV Jilid 21)

Sementara itu, Agung Sedayu pun telah bertanya kepada Sabungsari, Iklan

Baca lebih lanjut

Buku 322 (Seri IV Jilid 22)

“Terima kasih Paman.”

Baca lebih lanjut

Buku 323 (Seri IV Jilid 23)

Lawannya itu pun mulai menjadi gelisah.

Baca lebih lanjut

Buku 324 (Seri IV Jilid 24)

Glagah Putih tertawa. Katanya, “Tidak. Tidak apa-apa.

Baca lebih lanjut

Buku 325 (Seri IV Jilid 25)

Mangesthi menganggukkan kepalanya.

Baca lebih lanjut

Buku 326 (Seri IV Jilid 26)

“Sudahlah. Jangan ganggu aku lagi. Aku akan pulang.”

Baca lebih lanjut

Buku 327 (Seri IV Jilid 27)

Tetapi Pandan Wangi tidak memburunya.

Baca lebih lanjut

Buku 328 (Seri IV Jilid 28)

“Baik, Kakang.”

Baca lebih lanjut

Buku 329 (Seri IV Jilid 29)

— Jadi maksudmu aku harus memberontak kepada Mataram ?—

Baca lebih lanjut

Buku 330 (Seri IV Jilid 30)

Namun Swandaru tidak mau menyerah kepada kenyataan itu.

Baca lebih lanjut